MARIE ZOEMARIYAH, TELIK SANDI YANG SELALU LOLOS DARI KEJARAN BELANDA
Januari 2026. Di balik perayaan kemerdekaan yang kian modern, nama Marie Zoemariyah kembali mencuat dalam catatan sejarah sebagai simbol keberanian yang nyaris tak terjamah maut. Jika dunia mengenal Mata Hari, maka Indonesia memiliki Marie—seorang telik sandi (mata-mata) asal Garut yang hingga detik ini saktinya dianggap melegenda karena kemampuan luar biasa dalam meloloskan diri dari kepungan serdadu Belanda.
MISI MEMATIKAN DI GARUT DAN BANDUNG TIMUR
Pada masa revolusi fisik (1945–1949), Garut dan wilayah Bandung Timur merupakan zona merah yang dijaga ketat oleh patroli KNIL. Marie Zoemariyah, perempuan muda yang tampak bersahaja, memikul tanggung jawab yang jauh lebih berat dari usianya: menjadi kurir pesan rahasia bagi para pejuang di garis depan.
Laporan investigasi sejarah menyebutkan bahwa Marie sering kali harus menyeberangi garis demarkasi yang dijaga senapan mesin. Setiap langkahnya adalah pertaruhan nyawa. Namun, entah bagaimana caranya, setiap kali tentara Belanda melakukan pemeriksaan ketat di pos-pos penjagaan, Marie selalu berhasil melenggang tanpa memicu kecurigaan sedikit pun.
MITOS ILMU HALIMUN DAN REALITA INTELEGENSI
Keberhasilan Marie yang berulang kali lolos dari sergapan melahirkan rumor di kalangan penduduk lokal bahwa ia memiliki "ilmu halimun"—kemampuan untuk menjadi tidak kasat mata atau menghilang di tengah kabut. Namun, di balik selubung mistis tersebut, Marie sebenarnya menggunakan kecerdasan taktis yang luar biasa.
Ia mahir membaur dengan rakyat jelata, menyembunyikan dokumen penting di tempat-tempat yang tak terpikirkan oleh serdadu kolonial, dan memiliki ketenangan mental yang sanggup mengelabui interogasi lapangan paling sadis sekalipun. Rusady Kantaprawira, dalam memoar Tiada Berita Dari Bandung Timur, mengenang Marie sebagai sosok yang bekerja sangat berbahaya hingga keluarga dan kakaknya sendiri sering memarahinya karena terlalu berani mengambil risiko.
HEROISME YANG MELAMPAUI KETAKUTAN
Heroisme Marie Zoemariyah bukan terletak pada senjata yang ia genggam, melainkan pada informasi yang ia selamatkan. Satu surat rahasia yang ia bawa bisa menentukan hidup mati satu kompi pasukan gerilya. Ia adalah "hantu" yang kehadirannya tak dirasakan lawan, namun dampak kerjanya sangat mematikan bagi strategi kolonial Belanda di tanah Priangan.
Kisah Marie menjadi bukti otentik bahwa kemenangan Indonesia tidak hanya diraih dengan bayonet, tetapi juga oleh mereka yang bergerak dalam bayang-bayang, mempertaruhkan segalanya tanpa pernah mengharap nama mereka dipahat di tugu pahlawan.
Sumber Utama:
Historia.ID: Balada Telik Sandi Putri
Harapan Rakyat: Kisah Wanita Telik Sandi Asal Garut yang Selalu Lolos dari Kejaran Belanda
Tiada Berita Dari Bandung Timur - Memoar Perjuangan Rusady Kantaprawira

Posting Komentar untuk "MARIE ZOEMARIYAH, TELIK SANDI YANG SELALU LOLOS DARI KEJARAN BELANDA"