Muak dengan Janji? Netizen Indonesia Bangun 'Negara Ideal' di TheoTown Sambil Sindir Kebijakan Publik
Game simulasi pembangunan kota, TheoTown, kembali mencuri perhatian netizen Indonesia. Namun, kali ini popularitasnya bukan sekadar karena aspek hiburan, melainkan beralih fungsi menjadi media kritik sosial dan satire terhadap pemerintah serta kondisi infrastruktur di tanah air.
Di platform seperti X (Twitter) dan TikTok, potongan gambar dan video TheoTown yang memperlihatkan "simulasi masalah Indonesia" kerap mendapatkan ribuan likes dan dibagikan secara luas.
Memotret "Realita" Lewat Simulasi
Banyak pemain menggunakan fitur kustomisasi di TheoTown untuk mereplikasi permasalahan yang sering dikeluhkan masyarakat di dunia nyata. Beberapa konten yang viral meliputi:
Simulasi Banjir dan Drainase Buruk: Pemain sengaja membangun pemukiman padat tanpa sistem drainase yang memadai untuk menyindir penanganan banjir di kota-kota besar.
Kemacetan Abadi: Desain jalan yang semrawut sengaja dibuat untuk mengkritik kurangnya transportasi publik yang efisien dan ketergantungan pada kendaraan pribadi.
"Proyek Mangkrak": Beberapa pemain menunjukkan pembangunan gedung megah di tengah pemukiman kumuh, atau jalan tol yang tidak terhubung, sebagai simbol inefisiensi anggaran.
Sindiran Anggaran (Budget): Fitur manajemen keuangan dalam game dimanfaatkan untuk menyindir isu korupsi; misalnya dengan menunjukkan anggaran yang habis namun fasilitas publik tetap di level dasar.
Kekuatan Plugin Lokal
Penggunaan plugin khas Indonesia (seperti gerobak pedagang kaki lima, ruko, hingga gedung instansi pemerintah tertentu) memperkuat kesan "lokal" dalam kritik tersebut. Hal ini membuat simulasi terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, sehingga pesan yang disampaikan melalui game tersebut terasa lebih tajam namun dibalut dengan humor gelap (dark humor).
Mengapa Menjadi Fenomena?
Menurut pengamat media sosial, fenomena ini menunjukkan cara baru generasi muda dalam menyampaikan aspirasi politik. Game simulasi seperti TheoTown memberikan kontrol penuh kepada pemain untuk menjadi "Wali Kota", yang pada akhirnya memperlihatkan kontras antara tata kota yang ideal dengan realita yang ada.
"Lewat TheoTown, kita bisa melihat betapa konyolnya sebuah kebijakan jika diterapkan dalam simulasi. Ini cara kami memprotes dengan cara yang kreatif sekaligus sarkas," tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan viral tersebut.
Writer : JAY


Posting Komentar untuk "Muak dengan Janji? Netizen Indonesia Bangun 'Negara Ideal' di TheoTown Sambil Sindir Kebijakan Publik"