Klarifikasi Rebranding RSUD Cibabat Menjadi RSUD Wijaya Mulya, Wali Kota Cimahi Tepis Isu Anggaran Rp1,5 M Miliar

​CIMAHI, JBN – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar konferensi pers guna mengklarifikasi dan memberikan penjelasan resmi terkait rencana perubahan nama atau rebranding Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya di Hall Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Senin (27/7/2026).

​Konferensi pers tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, serta Direktur RSUD Cibabat untuk meredam simpang siur informasi di masyarakat.

​Wali Kota Cimahi Ngatiyana menjelaskan, gagasan perubahan nama ini berawal saat peletakan batu pertama pembangunan Unit Pengelola Darah RSUD Cibabat pada 5 Agustus 2025 lalu. Langkah ini diambil sebagai upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap pelayanan rumah sakit.

​"Pada saat itu ada pasien-pasien yang dari luar Cimahi berobat di Rumah Sakit Cibabat. Kemudian juga termasuk ASN di Kota Cimahi juga rata-rata kalau opname dilaksanakan di luar Rumah Sakit Cibabat," kata Ngatiyana, Senin (27/7/2026).

​Ngatiyana menambahkan, penamaan "Cibabat" juga merujuk pada wilayah kelurahan, padahal rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan rujukan tingkat kota. Untuk itu, kajian mendalam dilakukan selama 1,5 tahun dengan melibatkan konsultan profesional, akademisi Unjani dan Unpad, tokoh masyarakat, hingga FKUB.

​"Jadi perubahan itu melalui kajian, selama itu dilakukan dengan sebaik-baiknya dan melibatkan masyarakat juga. Kajian ini bukan sehari-dua hari, ini paling cepat satu tahun setengah kajian itu baru bisa terselesaikan dan itu pun melalui proses yang panjang," ungkapnya.

​Dari hasil kajian, terpilihlah nama RSUD Wijaya Mulya dengan usulan tagline "Melayani dari Hati".
​"Di sana saya lihat tagline-nya adalah Melayani dari Hati. Artinya berarti siapapun pasiennya akan dilayani secara sama dengan sebaik-baiknya. Tidak ada konotasi lagi perbedaan terhadap pelayanan kesehatan," tegas Ngatiyana.

​Tepis Isu Anggaran Rp1,5 Miliar
​Dalam kesempatan itu, Ngatiyana meluruskan desas-desus mengenai anggaran perubahan nama yang ramai disebut mencapai Rp1,5 miliar. Ia menegaskan nominal tersebut tidak benar.

​"Anggaran perubahan nama ini hanya sebesar Rp97 juta, bukan Rp1,5 miliar seperti yang ramai diperbincangkan di masyarakat. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai konsultasi rebranding selama jangka waktu 1,5 tahun," jelasnya. 

​Ia mengingatkan masyarakat bahwa proses ini masih panjang karena harus melalui mekanisme persetujuan DPRD Kota Cimahi, penerbitan Perda, SK Wali Kota, hingga verifikasi nama di Kementerian Kesehatan.

​Di samping rencana perubahan nama, RSUD Cibabat terus melakukan pembenahan fasilitas fisik serta peningkatan pelayanan sosial masyarakat.

​"Pelayanan terhadap pasien rumah sakit sekarang sudah banyak, cuma tidak pernah diekspos. Pasien yang tidak punya BPJS ataupun BPJS-nya tidak aktif, tetap diterima oleh RSUD. Dan bahkan tidak sedikit orang yang telah dibantu, BPJS-nya tidak aktif, diurus oleh Rumah Sakit dan Dinkes, BPJS menjadi aktif, dan pasiennya tidak dipungut biaya. Ini harus kita pandang positif," pungkasnya.

Posting Komentar untuk "Klarifikasi Rebranding RSUD Cibabat Menjadi RSUD Wijaya Mulya, Wali Kota Cimahi Tepis Isu Anggaran Rp1,5 M Miliar"