Pemkot Cimahi Perkuat Kolaborasi Lewat Program Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dan Wisata
JURNAL BEWARA NUSANTARA CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, mengatakan penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan melalui pendekatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri.
"Pemberdayaan masyarakat dengan metode yang holistik dan kolaboratif merupakan pendekatan yang tepat. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan daerah dalam menentukan strategi penanggulangan kemiskinan agar hasilnya lebih realistis," ujar Adhitia.
Menurutnya, berbagai persoalan seperti kemiskinan, kerentanan sosial, pengangguran, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Seluruh unsur pembangunan perlu terlibat melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Sebagai implementasi komitmen tersebut, Pemkot Cimahi mengembangkan Program Kampung Sosial sebagai model pembangunan berbasis RW dan kelurahan. Program ini mengintegrasikan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan destinasi wisata yang memanfaatkan potensi lokal.
Adhitia menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Sosial sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis dapat mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Dalam pelaksanaan program, pemerintah berperan sebagai regulator, fasilitator, dan koordinator. Sementara itu, kalangan akademisi diharapkan memberikan kontribusi melalui penelitian, inovasi, dan pendampingan kepada masyarakat. Peran media juga dinilai penting untuk menyebarluaskan informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai manfaat program tersebut.
Di sisi lain, komunitas dan organisasi kemasyarakatan didorong menjadi penggerak partisipasi warga dalam setiap kegiatan. Sementara dunia usaha diharapkan berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pendampingan usaha, pelatihan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan kawasan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Melalui Dinas Sosial Kota Cimahi, pemerintah juga menggagas gerakan "Satu Pengusaha Menjadi Bapak Angkat Satu RW". Program tersebut bertujuan mendorong perusahaan mendampingi satu wilayah secara berkelanjutan sebagai bentuk investasi sosial yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Selain sektor swasta, Pemkot Cimahi mengajak aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik daerah (BUMD), perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi keagamaan, serta berbagai lembaga sosial untuk ikut berperan sebagai mitra dalam pengembangan Kampung Sosial. Pemerintah berharap keterlibatan seluruh elemen tersebut mampu mempercepat terwujudnya pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
-Jy

Posting Komentar untuk "Pemkot Cimahi Perkuat Kolaborasi Lewat Program Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dan Wisata"