Ketika Kaya Lalu Lupa Allah
Bukan Miskin yang Berbahaya tapi Ketika Kaya Lalu Lupa Allah.
عن عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه أن رسول الله صل الله عليه وسلم قال:
فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ.
Dari Amr bin ‘Auf Al-Anshari radhiyallāhu anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:
“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian. Akan tetapi aku khawatir jika dunia dilapangkan untuk kalian sebagaimana telah dilapangkan bagi orang-orang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba-lomba dalam (mencintai) dunia sebagaimana mereka berlomba-lomba, sehingga dunia membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka.”
(HR. al-Bukhari no. 3158 dan Muslim no. 296)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- Kemiskinan bukan bahaya terbesar bagi iman. Nabi shalallahu alaihi wa salam menegaskan bahwa miskin tidak otomatis merusak agama. Banyak orang miskin justru lebih dekat kepada Allah karena bergantung penuh kepada-Nya.
2- Kekayaan bisa menjadi ujian yang lebih berat. Ketika harta melimpah:
-Manusia mudah lupa akhirat
-Timbul kesombongan
-Lalai dari ibadah
-Meremehkan dosa
3- Persaingan duniawi adalah sumber kehancuran. Nabi shalallahu alaihi wa salam memperingatkan tentang:
Berlomba-lomba mengejar harta
Iri, dengki, dan saling menjatuhkan
Menghalalkan segala cara demi dunia
4- Dunia telah membinasakan umat-umat sebelumnya.
Sejarah membuktikan:
Banyak kaum hancur bukan karena miskin. Tapi karena tenggelam dalam kemewahan dan kesenangan
5- Islam tidak melarang kaya, tapi melarang cinta dunia
Yang tercela:- Harta di hati.
-Dunia sebagai tujuan hidup
Yang terpuji:
-Harta di tangan
-Dunia sebagai sarana menuju akhirat
6- Kunci keselamatan: zuhud dan syukur. Zuhud: Puas terhadap yang halal, iffah dari yang haram dan yang syubhat. Tidak berlebihan dan tidak bergantung pada dunia.
Syukur: Menggunakan harta untuk kebaikan dan ketaatan.
Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an :
1- Dunia adalah fitnah (ujian). Harta yang melimpah adalah ujian, bukan jaminan keselamatan.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
“Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar.”(QS. Al-Anfal: 28)
2- Berlomba-lomba dalam dunia melalaikan. Persaingan mengejar dunia (harta & status) membuat manusia lalai hingga kematian.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ , حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”(QS. At-Takatsur: 1–2)
3- Kehidupan dunia hanya kesenangan yang menipu. Sebab kehancuran umat terdahulu berlomba dalam dunia
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, dan berlomba dalam harta dan anak…”(QS. Al-Hadid: 20)
4- Jangan tertipu oleh kekayaan. Kekayaan dapat menipu manusia hingga lupa tujuan akhirat.
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(QS. Ali ‘Imran: 185)
5- Akhirat lebih baik daripada dunia.
Jangan mendahulukan dunia dari akhirat. Bukan miskin yang menghancurkan umat, tetapi cinta dunia, persaingan harta, dan kelalaian dari akhirat.
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا , وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Tetapi kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”QS. (Al-A‘la: 16–17)

Posting Komentar untuk "Ketika Kaya Lalu Lupa Allah"