Cuma Modal Tongkat, Pria Ini Sudah Tahu Keliling Bumi 2.000 Tahun Sebelum Ada Satelit
JBN - Di zaman sekarang, kita tinggal buka Google Maps untuk tahu jarak antar kota atau melihat foto satelit untuk memastikan bentuk Bumi. Namun, tahukah Anda bahwa lebih dari 2.200 tahun yang lalu, seorang pria bernama Eratosthenes sudah berhasil menghitung keliling Bumi dengan akurasi yang mencengangkan?
Hebatnya lagi, ia tidak butuh teknologi ruang angkasa, ia hanya butuh sebuah tongkat, otak yang encer, dan niat untuk menghitung langkah kaki.
Berawal dari Misteri Tanpa Bayangan
Eratosthenes, yang saat itu menjabat sebagai kepala perpustakaan di Alexandria, Mesir, mendengar sebuah fenomena unik dari kota Syene. Kabarnya, setiap tanggal 21 Juni tengah hari, matahari berada tepat di atas kepala sehingga tiang vertikal tidak menghasilkan bayangan sama sekali. Bahkan, cahaya matahari bisa menyinari dasar sumur yang paling dalam.
Penasaran, ia melakukan eksperimen sederhana di kotanya sendiri, Alexandria. Di waktu yang persis sama, ia menancapkan tongkat ke tanah. Hasilnya mengejutkan: di Alexandria, tongkat tersebut justru menghasilkan bayangan dengan sudut sekitar 7 derajat.
Logika Sederhana yang Mengubah Dunia
Dari pengamatan sederhana ini, Eratosthenes menarik kesimpulan besar. Jika Bumi itu datar, maka seharusnya di Alexandria pun tidak ada bayangan. Karena ada perbedaan sudut bayangan antara dua kota tersebut, maka sudah pasti permukaan Bumi itu melengkung atau bulat.
Untuk menghitung keliling total Bumi, ia menggunakan rumus proporsi matematika sederhana:
Sudut bayangan 7 derajat adalah sekitar 1/50 dari lingkaran penuh (360 derajat).
Artinya, jarak antara kota Alexandria ke Syene adalah 1/50 dari total keliling Bumi.
Menghitung Jarak dengan Langkah Kaki
Tantangan berikutnya adalah mengetahui jarak pasti antara Alexandria dan Syene.
Tanpa alat ukur modern, Eratosthenes mengambil langkah ekstrem: ia membayar orang untuk berjalan kaki di antara kedua kota tersebut sambil menghitung langkah mereka secara konsisten.
Hasilnya, ditemukan jarak sekitar 5.000 stadia atau kurang lebih 800 kilometer. Dengan perhitungan cepat (800\text{ km} \times 50), ia mendapatkan angka 40.000 kilometer sebagai keliling Bumi.
Akurasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Yang membuat dunia sains modern geleng-geleng kepala adalah betapa dekatnya hitungan kuno ini dengan data satelit masa kini. Satelit modern mencatat keliling Bumi berada di angka 40.030 kilometer. Artinya, tingkat kesalahan Eratosthenes hanya kurang dari 1 persen!
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua, termasuk para pembaca setia JBN, bahwa keterbatasan alat bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi besar. Terkadang, penemuan luar biasa justru lahir dari rasa penasaran yang besar terhadap hal-hal kecil di sekitar kita.
(VRM)
Posting Komentar untuk "Cuma Modal Tongkat, Pria Ini Sudah Tahu Keliling Bumi 2.000 Tahun Sebelum Ada Satelit"